Bisnis Jasa Mentoring Koding

Halo, salam kenal saya Luthfi :wave:

Saya ingin mendapatkan masukan untuk ide website mentoring koding seperti codementor.io, apakah menurut teman-teman bisnis seperti ini akan berjalan di Indonesia? Dan apakah termasuk dalam kategori bisnis swakarya?

Terima kasih :pray:

Hai @luthfihrz,

Sudah kepikiran komunitas apa di Indonesia yang kira-kira punya masalah yang bisa diselesaikan dengan layanan ini? Kalau sudah, mungkin bisa dimulai dengan ngobrol sama mereka.

Codementor kayanya ada beberapa aspek ya: mentor, freelancer untuk project, dan arc(). Masing-masing mungkin komunitasnya berbeda-beda.

Mungkin bisa fokus ke “live mentorship”. Harusnya bisa jalan. Banyak orang yang tidak dapat belajar sendiri (dari buku, Youtube, kode). “Live mentorship” ini bisa jadi solusi bagi mereka.

Betul, untuk mentorship yang terbayang sih ada dua komunitas:

  1. Mahasiswa, yang perlu dibantu untuk tugas dan skripsi nya.
  2. Professional, yang ingin mempelajari hal baru atau perlu konsultasi dalam hal arsitektur.

Saya sudah coba ngobrol, walaupun masih perlu lebih banyak data, tapi yang saya rasa jadi hambatan adalah willingness untuk membayar nya :thinking:

@arjunaskykok sependapat, terutama karena sekarang serba remote

1 Likes

Mahasiswa gak ada duitnya. Tapi profesional pun masih sulit. Kalau mau bikin bisnis pendidikan pemrograman, fokus ke B2B. Perusahaan banyak duitnya.

Jadi misalnya Mas mau mengajarkan React.js, Mas mesti menawarkan jasa ini ke perusahaan-perusahaan seperti BUMN, bank, perusahaan lainnya. Nanti karyawan-karyawan bakal belajar dari Mas dengan duit dari perusahaan.

Pertanyaannya bagaimana cari hubungan dengan perusahaan-perusahaan ini.

Kalau B2C, rasanya susah…

1 Likes

Saya rasa akan bermanfaat.

Masalahnya adalah tidak semua orang bisa belajar dengan sistem pembelajaran 1 arah, ada tipe orang yang perlu belajar dengan mendapat timbal balik.

Saya rasa mahasiswa bisa berperan menjadi mentor atau dengan kata lain penerima pekerjaan… Tantangannya adalah filtering mentor harus benar2 strict alias ketat supaya Quality of work nya bisa dipercaya. dan perlu ada kejelasan Reward and Punishment yang jelas.

Nah, willingness untuk membayar itu harusnya sebuah signal sih spesifik untuk orang/komunitas orang itu. Biasanya orang akan mau bayar kalau memang itu sebuah masalah yang sangat mengganggu, atau “solusi” yang sudah ada sekarang itu masih belum terlalu mengganggu.

@arjunaskykok saya setuju dengan konsep B2B, tapi memang yang namanya B2B biasanya betul-betul mengandalkan jejaring. Saya rasa topik B2B ini bisa jadi bahasan tersendiri di forum ini (sudah ada belum ya?), karena banyak SaaS yang bermain di area ini.

@atamasite kadang orang harus diajarin dulu berkali kali baru paham, yang ngajarin nya pun harus sabar :slight_smile:

@Syerwin yap betul, menurut saya diawal harus berangkat dari orang2 yang dikenal dulu sebagai mentor nya.

@sen betul juga :thinking: kalau nggak butuh-butuh banget, ngapain harus bayar.

Live mentorship sudah banyak bertebaran pak.

Iya, topik B2B ini mesti dibahas di tempat lain. Mengenai cara menjual bisnis pendidikan ke bisnis, nanti aku tanya teman aku yang kerja di penjualan B2B. Apa yang mesti dipelajari?

Mungkin nanti kita bisa bikin daftar urunan, bisnis mana saja yang butuh peningkatan ketrampilan React.js, mana yang butuh peningkatan ketrampilan DevOps. Mungkin juga bisa berbagi tenaga penjual. Mungkin juga bisa berbagi jejaring. Mungkin ada yang koneksinya banyak ke BUMN. Mungkin ada lagi yang punya koneksi ke bank.

@Galuh Jadi menurut Mas, apakah bisnis ini sudah jenuh? Atau persediaan masih kurang dibandingkan dengan permintaan?

kalau saya punya perspektif lain mas, mungkin arah lainnya bisa jadi untuk bootcamp coding interview / mentoring coding interview/ mentoring career acceleration. ada beberapa situs di sv yang saya liat cukup banyak peminat karena banyak orang yang mengawali coding dari jalur bootcamp (hacktive8, purwadhika, dsb) yang belum punya teori dasar seperti struktur data / system design sehingga kesulitan untuk masuk ke big tech company. saya rasa di indonesia belum ada yang sejenis

Ini mah udah banyak juga. Udah cobain AlgoExpert?

Kalau komunitas/target pasarnya tepat, sebenarnya willingness untuk bayar mungkin nggak ada masalah sih.

Saya lebih mendukung ide mentorship seperti ini ketimbang bootcamp atau online course karena sudah banyak sekali di Indonesia, sudah jenuh dan kesannya stagnan. Belum lagi harganya mahal, kalau gak kuat bakal ambil jalur ISA (Income Sharing Agreement).

Bukan jenuh bang, lebih ke arah kredibilitas pak, terkadang saya nemu beberapa si mentornya biasa aja, yg dibahas juga hal hal yang basic sekali, dimana hal tersebut bisa kita pelajari free. Apalagi ada yang hanya mengandalkan job title saja langsung buka mentoring.

Nah, cara bangun/menunjukkan kredibilitas itu yang saya lagi pikirkan. Betul, banyak orang belajar sedikit, sudah langsung buka kursus. Masalahnya bagaimana membuat pasar mentor yang efisien ini. Nanti yah, saya kemukakan rencana pasar mentor pemrograman minggu depan.

udah pernah liat https://www.pasartrainer.com sepertinya ini contoh menarik terkait topik ini

Wah, menarik. Iya, mirip seperti itu. Tapi bukan cuma pelatihan korporat beberapa hari. Tapi lebih ke kursus berbulan-bulan (tapi tidak intensif). Jadi semi live mentorship, semi belajar otodidak.

Menurut saya pasar ini tetap terbuka, karena konsepnya sama dengan pendidikan. Jika pendidikan hanya cukup dengan buku maka tidak perlu Guru.

Hanya saja kita harus bisa membranding atau positioning diri kita dimata konsumen. Kira-kira seberapa berkualitaskah anda sebagai mentor? PR-nya saya rasa itu. Salah satu cara untuk memperkuat hal itu adalah dengan banyak menulis dengan topik yang ingin dimentor, rutin menjadi pembicara di event-event dan personal branding di situs pribadi atau jejaring profesional seperti LinkedIn.

Menulis project open source juga dapat memperkuat branding anda.

2 Likes