Low Code / No Code movement, apakah akan mendisrupsi team IT , Programmer?

sejak tahun 2020 bahkan tahun tahun sebelumnya , kita sudah lihat bersama, hampir setiap saat muncul solusi low code/ no code platform yang membantu orang awam untuk membuat aplikasi dalam waktu singkat dan cukup reliable. Apakah dengan kehadiran low code tersebut , akan cepat membuat peranan developer / programmer menjadi tidak relevan lagi, ataukah developer / programmer justru mendapatkan keuntungan dengan hal ini, yaitu membuat plugins / modul yang dapat di-integrasikan kepada platform low code no code tersebut ?

Menurut gue, programmer seperti kita mungkin (akan) menjadi semakin relevan.

No/low code itu dari perspektif orang yang mau membuat sesuatu. Sedangkan platform yang memungkinkan seseorang membuat sesuatu dengan no/low code perlu dibangun (oleh kita).

Sistem yang dibangun dengan no/low code itu pada akhirnya kemungkinan besar harus di-custom kalau semakin populer: jumlah user meningkat, workflow/use case yang tidak bisa diselesaikan dengan no/low code, dll.

Menurut saya developer justru diuntungkan dengan hal ini. Jangan lupa banyak orang malas membuang waktu untuk belajar hal baru. Kadang pada perspektif kita mudah belum tentu bagi orang lain juga sama.

Low Code / No Code juga demikian, sepertinya mudah bagi kita tapi bagi orang awam apalagi tidak punya background teknis akan memakan waktu untuk memahaminya. Waktu inilah yang tidak bisa beli.

Disini kita sebagai developer yang sudah paham alur pembuatan aplikasi harusnya dapat lebih cepat membuat aplikasi dengan bantuan Low Code / No Code. Semakin cepat aplikasi selesai semakin banyak kesempatan yang kita dapat sebagai developer.

2 Likes

Dulu bikin situs profil perusahaan / pribadi itu lumayan susah. Anda bisa mendapatkan uang lumayan banyak dengan membuat situs profil perusahaan. Sekarang hal itu sudah jadi komoditas. Wix adalah salah satu situs yang memberi Anda kemampuan untuk membuat situs profil dengan cepat.

Nah, apa yang harus dilakukan kita? Kita bisa belajar untuk memberi nilai lebih (added value). Misalnya kita membuat situs dengan animasi atau keindahan di atas rata-rata. Jangan cuma bikin situs profil dengan template standar.

Bisa juga kita belajar pemrograman di bidang yang lumayan eksotik, yang masih belum menjadi komoditas, seperti Deep Learning, blockchain. Masih belum ada alat no-code untuk menulis smart contract.

Jadi jangan cuma belajar menulis aplikasi CRUD. Tapi mungkin belajar menambahkan aspek lain, seperti scalability (dengan Kubernetes), Machine Learning.

Bisa juga menggunakan aspek bisnis sebagai moat. Misalnya aplikasi webnya mungkin sederhana dan bisa ditulis dengan alat no-code, tapi ada aspek bisnis seperti jenama (brand), rantai pasokan yang orang lain tidak bisa tiru dengan gampang.

Seperti @sen bilang, bisa juga menggunakan kesempatan ini untuk membuat aplikasi no-code.

Gw lagi nyari aplikasi low code untuk android mobile native. Ada yg bisa rekomendasi?

Syaratnya bisa generate code as native karena fitur low code terkait network belum tentu ada dari saya trial2 selama ini.

https://www.crowdbotics.com/ katanya sih ada repositori source code

Gw setuju ama Arjuna, selalu ada technologi baru yang lagi menunggu. teringat dulu ada MS Frontpage (sebelum ada Macromedia Dreamweaver), yaitu aplikasi untuk biskin web static segampang nulis doc word :slight_smile: dan menariknya, ada seorang teman programmer veteran :stuck_out_tongue: , jaman 80–90an yang pernah sharing ke gw dan akhir nya salah satu alasan dia berhenti dari dunia pemograman pada tahun 90an adalah karena hal ini?! Ya gw kurang setuju juga waktu itu, lihat lah sekarang, demand akan software engineer tetap masih ada :smiley: waktu tahun 2002, pakai MS Frontpage tidak kepikiran tech stack kayak JS di tahun 2020 aja bisa banyak dan serumit sekrang hihihihi