Bangun Bisnis Online (Daring) Sendiri (Solo Founder)

Saya sering mendapat nasihat bahwa untuk membangun startup atau bisnis online, Anda butuh tim. Tapi itu tidak benar.

Anda bisa membangun bisnis online sendiri tanpa tim, tanpa pasangan pendiri (co-founder), tanpa karyawan.

Bukti paling terkenal mungkin adalah Pieter Levels yang mendirikan Remote OK dan Nomad List.

Dia mencapai penghasilan di atas Rp 1 milyar per bulan dengan membangun bisnis seorang diri. Sekarang sih, dia sudah mempekerjakan kontraktor paruh waktu.

Terus ada Lim How Wei yang mendapatkan ratusan juta Rupiah per bulan dengan membangun situs konten tentang media sosial, Followchain. Dia tidak meng-outsource tulisannya. Dia menulis sendiri semua tulisan di situs ini.

Contoh paling terkenal dari tanah air adalah Philip Young yang mendapatkan puluhan juta Rupiah dengan membuat aplikasi iOS dan Mac. Dia tidak ada tim. Dia tidak ada karyawan. Dia tidak meng-outsource pengembangan produknya. Dia menulis sendiri kodenya.

Terus Edwin Dorsey menulis newsletter seorang diri dan mendapatkan penghasilan ratusan juta Rupiah per bulan.

Jon Yongfook berhasil mencapai penghasilan $20 ribu per bulan sebelum membangun tim. Dia melakukan sendiri pemrograman dan pemasarannya. Dia bercerita bahwa untuk satu minggu ini, dia fokus ke pengembangan produk. Terus minggu berikutnya fokus ke pemasaran. Selang-seling.

Perkembangan Teknologi

Hal yang memungkinkan bisnis online seorang diri adalah perkembangan teknologi dan internet. Internet memungkin Anda mencari niche dan menjangkau pasar yang sangat besar. Tahu tidak untuk mendapat Rp 100 juta per bulan, Anda hanya perlu mencari 1000 orang yang mau membayar ke Anda Rp 100 ribu per bulan (teori 1000 true fans).

Media sosial seperti TikTok, Twitter, Youtube memberi panggung kepada orang dengan anggaran rendah.

Selain itu perkembangan teknologi membuat beberapa pekerjaan orang bisa dilakukan oleh satu orang. Misalnya untuk membuat slide yang indah, Anda butuh kemampuan desain grafis yang oke. Tapi dengan Canva, Anda tidak perlu lagi.

Terus alat no-code juga bisa membuat Anda tidak perlu kemampuan pemrograman yang terlalu tinggi untuk membuat aplikasi web.

Dulu bikin situs e-commerce, Anda harus bangun sendiri infrastruktur pembayarannya. Kini tidak perlu lagi. Sudah ada Stripe dan Xendit dan Midtrans.

Harta Paling Indah adalah Teman

Walaupun begitu, ada orang bijak bilang, “It’s not the destination. But the real treasure is the friends you made along the way.

Philip Young bilang:

Manusia adalah makhluk sosial. Memiliki pasangan pendiri (co-founder) membuat Anda punya tempat untuk berbagi masalah dalam membangun bisnis online.

Dengan teman, Anda bisa berbagi tanggung jawab. Tanpa teman, Anda mungkin harus belajar pemrograman dan pemasaran sekaligus. Tapi kalau ada teman, Anda bisa pegang pemrograman, dia bisa pegang pemasaran. Jadi hidup Anda tidak terlalu berat.

Just because you can do it, it does not mean you should do it,” kata orang bijak.

Jadi hanya karena Anda dapat membangun bisnis online sendiri, tidak berarti Anda harus melakukannya. Jika Anda bertemu dengan teman yang oke, kenapa tidak membangun bisnis bersama-sama.

Tulisan ini dibuat untuk memberi semangat kepada orang-orang yang gagal bertemu dengan co-founder dan ingin membangun bisnis online. Kalau takdir sudah berbicara, yah kenapa tidak membangun bisnis online seorang diri?

1 Likes

saya pemula dalah hal beginian, cuma saya penasaran gimana cara monetize sebuah startup?
seperti contoh diatas apakah dari awal akan langsung diberikan biaya untuk pengunjung?

Monetasi sebuah bisnis online (daring) atau startup itu adalah topik yang besar. Nanti akan saya bahas sendiri.

Sementara saya bahas singkat saja:

Ada yang menulis konten yang bisa diakses gratis di situsnya. Monetasinya lewat iklan (Mediavine). Contoh: Followchain.

Ada yang menulis newsletter di mana ada konten gratis, tapi ada juga konten premium (mesti bayar per bulan untuk mengakses konten premium ini). Contoh: The Bear Cave.

Ada lagi yang membangun komunitas tertutup yang memiliki banyak informasi berguna. Untuk masuk ke komunitas itu mesti bayar biaya keanggotaan satu kali saja. Contoh: Nomad List.

Nanti akan saya bahas lebih banyak model bisnis lagi. Wah, Pembangun bakal jadi sekolah MBA bisnis online (daring).

2 Likes

kenapa saya jadi mikir banyak tapinya ya, hmm
semisal tapi gimana caranya orang daftar, gimana cara orang buat join ke premium?

tapi saya tunggu mas soal monetasi nya, penasaran saya gimana merintisnya kaya startup awal dapet uang tuh gimana dan ko bisa work’s keren sih

semisal tapi gimana caranya orang daftar, gimana cara orang buat join ke premium?

Ini ranah pemasaran (marketing) dan produk (Product Market Fit).

“gimana caranya orang daftar” → berarti konten mesti bagus, berarti mesti berkoar-koar di media sosial, berarti mesti pakai SEO biar situsnya “gampang” dicari orang, dll.

“gimana cara orang buat join ke premium” → Ini ranah penjualan (sales) atau funneling:

Berarti kadang-kadang mesti mengingatkan pelanggan bahwa konten premium itu bakal memberi nilai tinggi ke dalam hidup mereka. Nanti akan saya bahas juga.

1 Likes

wahh terimakasih

tapi ada pettern nya ngga sih, pattern maksud saya itu misal mau mengembangkan startup apa dulu yang perlu dipelajari atau dicapai

Nah, tentu saja jalan setiap orang itu beda tergantung mau bikin startup apa dan kemampuan orang itu.

Nanti aku tulis deh artikel memulai bisnis online / startup dari nol.

1 Likes

Salam kenal. Ikut nimbrung ya.

Developer plugin/theme untuk CMS Open Source (WordPress, Joomla, Magento etc) juga banyak yang sukses jadi perusahaan tech global tanpa perlu VC. Kalau gak ada modal banyak, biasanya main di CodeCanyon/Themeforest. Saya kira model binis ini potensial banget sih.

Iya, nanti aku mau tulis ide bisnis bikin theme / pengaya (plugin) di WordPress, Magento, Ghost. Lagi riset.

Mantab…

FYI, Tempat saya kerja sekarang WordPress Plugin Developer di CodeCanyon. Selain itu ada developer (HQnya di Bali) yang produknya selama 6 bulan belakangan masuk ke Top 10 best selling theme di Themeforest.